Terus Bersyukur atas Segala NikmatNya
Rahasia Kunci Surga - Kalimat La Ilaha Illallah
Bayu Blog/Artikel
Rahasia Kunci Surga - Kalimat La Ilaha Illallah  
2008-09-02 |

Mukadimah
Sejarah kehidupan manusai selalu dihadapkan dua tipologi paham dan keyakinan, yakni tauhid dan kemusyrikan. Dua ideologi ini akan terus bersaing untuk mencari pengikut sampai Allah Subhanahu Wata’ala mewariskan bumi ini kepada orang-orang yang beriman dan bertakwa sesuai dengan janji-Nya ‘wal’aqibatu lil muttaqien’ (kesudahan hanya bagi orang yang bertakwa).

Saat ini, peradaban manusia sudah memasuki milleinum ketiga yang dikenal dengan istilah “post modernism”. Di zaman ini pertarungan antara kekufuran dan iman masih terus berlanjut bahkan sampai hari kiamat. Jika Fir’aun di zaman nabi Musa mengaku, “aku adalah tuhan yang maha tinggi”, maka pada masa sekarang ini peradaban barat mengikuti jejak yang sama sebagaimana dikutip dari pernyataan seorang filosof Jerman, F.Nietche “GOD WAS DEAD” (tuhan sudah mati).

Pemikiran yang diusung oleh peradaban barat saat ini yang bernuansa atheist ataupun agnostik berawal dari teori Darwin tentang evolusi yang mengatakan bahwa wujud alam merupakan proses tiba-tiba. Ia eksis dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakan. Dari teori tersebut August Comte, seorang filosof Francis mengembangkan teori sosiologinya dengan tesisnya tiga tahapan pemikiran manusia iaitu, pertama: tahapan primitif, kedua: tahapan selektif, dan ketiga tahapan: jastufikasi.

Berbeda dengan pandangan Islam bahwa kehidupan manusia sejak awal adalah berkeyakinan tauhid kepada Allah Subhanahu Wata’ala sebagaimana digambarkan dalam kehidupan Adam alaihissalam sebagai manusia pertama. Dalam konteks ini, Islam melihat bahwa nilai manusia di sisi Tuhannya dilandasi tiga prinsip dasar, iaitu:

a. Iman kepada Allah Subhanahu Wata’ala
b. Ikhlas dalam beramal hanya karena Allah
c. Sesuai dengan petunjuk Rasul shallalahu ‘alaihi wasallam.

Maka, secara historis akidah tauhid kepada Allah Subhanahu Wata’ala adalah akidah tertua dalam sejarah kemanusiaan yang kemudian secara estapet dilanjutkan oleh para nabi dan rasul sebagai penyeru bagi seluruh manusia tentang tauhid, yakni dengan cara menolak segala bentuk tuhan selain Allah.

Setelah berakhirnya masa kenabian yang ditutup oleh nabi kita Muhammad shallalahu ‘alaihi wasallam risalah tauhid dibebankan kepada ummatnya khususnya para ulama yang secara teks hadits merupakan pewaris para nabi. Maka ulama yang ideal menurut Islam adalah ulama yang senantiasa berdakwah di jalan Allah untuk menyelamatkan ummat manusia dari cengkeraman jahiliyah dan kesesatan.

Definisi Akidah
Secara bahasa kalimat “akidah” berasal dari bahasa arab “aqd” artinya mengikat atau “’iqdun” artinya ikatan/cincin.
Adapun secara istilah akidah ialah ‘keyakinan yang kokoh terhadap kekuatan yang ada di luar kekuatan manusia’. Kekuatan tersebut dikspresikan dengan cara yang berbeda-beda sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Bagi orang Hindu kekuatan yang ada di luar kekuatan manusia adalah Brahmana, bagi orang Buddha yaitu Sidharta Gautama, bagi orang Yahudi tuhan Yahwe, orang Kristen trinitas, ummat Islam adalah Allah Subhanahu Wata’ala.

Dalam terminologi Islam, akidah adalah ‘keyakinan yang kokoh terhadap wujud Allah Subhanahu Wata’ala yang tidak ada keraguan di dalam hatinya sedikitpun’. Dalam konteks tersebut akidah dalam Islam identik dengan kata iman’.

Menurut para ulama as-salafus shaleh- yang beraliansi kepada paham ahlus sunnah wal-jama’ah bahwa iaman adalah, ‘sesuatu yang diucapkan secara lisan, diyakini di dalam hati dan diamalkan dengan organ tubuh’.

Definisi tersebut memiliki jangkauan yang sangat lengkap sehingga iman tidak bisa diartikan hanya sebatas perkataan secara lisan saja, namun ia harus dibenarkan di dalam hati dan dibuktikan dengan amalan seperti shalat, zakat, puasa, haji dan seterusnya.

Skop Pembahasan Akidah
Ada beberapa tema yang dijadikan sebagai pembahasan pokok dalam masalah akidah yang dirumuskan oleh para ulama Islam baik di masa klasiks maupun modern. Di antaranya ialah:
1. Wujud Allah Subhanahu Wata’ala, sifat dan nama-nama-Nya serta mengetahui hubungan antara alam dengan-Nya,
2. Alam metafisika seperti malaikat, setan, jin dan alam arwah,
3. Kitab-kitab suci yang diturunkan kepada para nabi dan rasul (revealed books),
4. Kenabian dan Kerasulan,
5. Hakekat alam akhirat seperti hisab, surga dan neraka,
6. Hakekat Qadha dan takdir Allah Subhanahu Wata’ala.

Sebagian ulama kalam meringkasnya bahwa kajian ilmu akidah terbagi kepada tiga klasifikasi, iaitu: al-uluhiyat (wujud Tuhan), annubuwwat (kenabian), assam’iyyat (alam akhirat).

Urgensi Mempelajari ilmu Akidah
Ilmu akidah terbilang ilmu ushul yang dibangun di atasnya ilmu-ilmu Islam yang lain. Ia memiliki nama yang cukup banyak di antaranya ilmu fiqhul akbar, ilmu ushuluddin, ilmu tauhid, ilmu istidlal wa-al burhan, Ilmu kalam dan lain sebagainya.

Mengenal Allah merupakan dasar dari ilmu Islam dan ilmu akidah merupakan inti dari Islam itu sendiri sebagaimana dijelaskan di dalam al-Qur’an dan as-Sunnah.

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:
“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa”. (QS al-Baqarah 177).

“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya”. (QS An-Nisa 136)

Dalam sebuah hadits rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Jibril bertanya, ‘ceritakan kepadaku apa itu iman?’ Nabi menjawab, “iman adalah percaya kepada Allah, malaikat, kitab-kitab, para rasul, hari kemudian, dan Qadha/Takdir-Nya”. (HR.Bukhari-Muslim)

Dari enam rukun iman tersebut ada satu rukun yang paling inti dan sangat penting iaitu beriman kepada Allah Subhanahu wata’ala, dan rukun iman yang lainnya sebagai pendukung rukun pertama tersebut. Jadi, beriman kepada malaikat, kitab-kitab, hari akhirat, para nabi dan rasul semuanya tidak akan berarti tanpa adanya iman kepada Allah yang Maha Kuasa.

Makna Tauhid La Ilaha illallah
Untuk memahami kalimat tauhid, seorang Muslim harus memiliki keyakinan dan komitmen yang murni kepada substansi makna tersebut tanpa ada keraguan sedikitpun di dalam hatinya bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan nabi Muhammad itu sebagai utusan-Nya.

Menurut Imam Ibn Taimiya rahimahullah bahwa makna la ilaha illallah harus difahami melalui tiga kategori tauhid yaitu: tauhid ketuhanan (arrububiyah), tauhid sesembahan (al-uluhiyah), dan tauhid asma dan sifat.
1. Tauhid Rububiyah: keyakinan yang kokoh bahwa hanya Allah yang menciptakan dan mengatur alam ini dan tidak ada rabb selain Dia.
2. Tauhid Uluhiyah: keyakinan yang kokoh bahwa tidak ada Tuhan yang benar yang wajib disembah selain Allah.
3. Tauhid Asma dan Sifat: keyakinan yang kokoh bahwa Allah SWT memiliki sifat sempurna (kamal) dan bebas dari sifat kurang, dan segala sifat-Nya tidak sama dengan sifat makhluk.

Nama-Nama kalimat ‘la ilaha illallah’ Dalam Al-Qur’an
Berdasarkan penjelasan al-Qur’an dan al-Hadits bahwa kalimat ‘la ilaha illallah memiliki nama yang cukup beragam. Biasanya dalam ilmu tafsir variasi penamaan tersebut memiliki indikasi betapa pentingnya perkara tersebut. Di antara nama la ilaha illallah ialah:
1. Kalimat Tauhid
“Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”. (QS Al-Baqarah 163).
Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wata’ala memerintahka para ulama untuk mengajarkan terlebih dahulu akidah Islam yang tersirat dalam kalimat la ilaha illallah kepada manusia. Penjelasan tauhid tersebut harus sampai kepada pentauhidan Allah secara rububiyah, ubudiyah dan juga asma dan sifat. Ketika kaum musyrikin mendengar kalimat ini mereka meminta bukti dalil yang bisa mereka terima secara logis dan realistis, maka Allah pun menceritakan dalil-dalil kauniyah pada ayat berikutnya.
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan”.(QS Al-Baqarah 164).

2. Kalimat Ihsan
Dalam terminologi al-Qur’an kalimat la ilaha illallah juga memiliki makna “ihsan” yakni keimanan yang diikuti dengan ketakwaan dan ketaatan dalam beribadah kepada Allah akan mendapatkan balasan kebaikan dari Allah yakni surga dan keridahan-Nya.
“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)”. (QS. Ar-Rahman 60).

3. Dakwatul Haq
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:
“Hanya bagi Allah-lah (hak mengabulkan) doa yang benar. Dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memperkenankan sesuatupun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai ke mulutnya. Dan doa (ibadat) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka.” (QS Ar-Ra’ad 14).

Ayat tersebut menjelaskan akidah tauhid dengan menggunakan dalil dan bukti-bukti yang kuat, yakni bahwa Allah Subhanahu Wata’ala adalah dakwatul haq yang hanya kepada-Nya manusia berdoa dan memohon segala apa yang ia inginkan. Dialah Tuhan yang sebenarnya tidak ada tuhan selain Dia, karena pemberian nama “tuhan” kepada makhluk adalah batil seperti berhala ataupu bentuk sesembahan apa saja selain Allah. Oleh karenanya menyembah berhala ataupun memohon kepadanya bagaikan orang yang mengulurkan telapak tangannya yang terbuka ke air supaya air sampai ke mulutnya. Hal ini tidak mungkin terjadi karena telapak tangan yang terbuka tidak dapat menampung air.

Syarat Diterimanya Ucapan Kalimat Syahadat
Agar syahadat seseorang bisa diterima dan ia mendapatkan apa yang dijanjikan Allah kepadanya dengan syahadahnya itu, maka ada beberapa syarat yang mesti dimilikinya. Di antaranya adalah:
1. Ilmu yang menolak kebodohan
2. Keyakinan yang menolak keraguan
3. Keikhlasan yang menolak kesyirikan
4. Kejujuran yang menolak kebohongan
5. Cinta yang menolak kebencian
6. Penerimaan yang menolak penolakan
7. Taat mengerjakan dan menjauhi pembangkangan.

Keutamaan Kalimat La Ila illallah
Setiap orang yang telah mengucapkan kalimat la ilaha Illallah yang diikuti dengan keyakinan di dalam hatinya, dan juga disertai dengan bukti kongkret perbuatan dalam kesehariannya, ia akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Selain itu, fitrah yang telah diikrarkan ketika di alam rahim masih bisa ia pertahankan di dunia ini.
Dalam konteks ini ada beberapa keutamaan yang dimiliki oleh seseorang jika ia beriman dengan kalimat la ilaha illallah tersebut.
a. di dunia
1. Ketenangan
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”.(QS Ar-Ra’d 28)
2. Keamanan
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk”. (QS Al-An’am 82)
3. Keberkahan
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”.(QS Al-‘Araf 96)
4. Kehidupan yang baik
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”.(QS An-Nahl 97)
b. Di Akhirat
1. Surga
“Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni syurga, mereka kekal di dalamnya”. (QS Yunus 25-26).
2. Ridha Allah
“Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga `Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.” (QS Al-Bayyinah 8)
Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat di akhir hayat
Berdasarkan petunjuk dari nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa dianjurkan bagi setiap Muslim yang sedang menghadapi skaratul maut dibacakan talqin pada telinganya kalimat ikhlas ‘La Ilaha Illah Muhammadur Rasulullah’, ia akan mendapatkan surga di sisi Allah Subhanahu Wata’ala.
Sabda nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
“Bacakan talqin orang yang menjelang meninggal di antara kalian kalimat la ilaha illallah”. (HR.Muslim).
Dalam riwayat lain beliau bersabda,
“Barangsiapa yang akhir perkataannya la ilaha illallah, maka ia akan masuk surga”. (HR.Ahmad & Abu Daud).
Kesimpulan
Dari pemaparan di atas, kita bisa simpulkan bahwa kalimat ‘la ilaha illallah’ merupakan:
1. pintu masuk ke dalam Islam
2. kunci menuju surga
3. barometer nilai bagi manusia
4. kebahagiaan di dunia dan akhirat
5. kunci keberkahan dalam hidup
6. kemerdekaan dan kemenangan
7. ketenangan jiwa dan keamanan.

Maka, berdasarkan argumentasi dan dalil-dalil naqli di atas telah jelas bagi kita semua bahwa surga hanya bisa didapat oleh orang yang berikrar di hadapan Allah dengan kalimat tauhid. Bahkan bukan hanya sekedar berikrar, akan tetapi ia juga memiliki komitmen dan konsekuensi dalam mempertahankan akidah tauhid sampai ajal menjeputnya, dan menutup kehidupan dengan khusnul khatimah (penutup yang baik).
Wallahu’alam bis-showab…

oleh : DR.Ayub Rohadi, M.Phil
disdur kembali oleh : Haryo Bayu

6901 kali dibaca | Beri Komentar | Bookmark and Share
Daftar Komentar yang masuk untuk blog Rahasia Kunci Surga - Kalimat La Ilaha Illallah
Beri Komentar lewat FaceBook
Belum ada komentar blog yang masuk

bright
Video Today

video islami
Services
Web Design

Haryobayu mencoba memberikan solusi terbaik untuk desain web Anda,...
Web Desain
Web Development

Apapun kebutuhan Online Bisnis Anda serahkan pada Haryo Bayu,...
Web Development
PrintOut Design

Desain PrintOut sesuatu yang penting dalam prioritas langkah Bisnis,Haryo Bayu...
desain logo
Kata Mutiara
"Cinta itu indah, karena ia bekerja dalam ruang kehidupan yg luas, dan inti pekerjaannya adalah memberi. Memberi apa saja yg diperlukan oleh org2 yg kita cintai utk tumbuh menjadi lebih baik dan berbahagia karenanya"

 

Galery PHOTO
Blue Mosque on Malaysia
tanngal kirim : 2009-06-08
Jakarta Night
tanngal kirim : 2009-06-08
Nice Islamic Wallpaper
tanngal kirim : 2009-06-08
Wallpaper Ramadhan Blue
tanngal kirim : 2009-06-08
Pray Time Wallpaper
tanngal kirim : 2009-06-08
Artikel Section List
Secercah Cahaya di Tengah Guli
tanngal kirim : 2013-08-21
Setiap Ucapan akan Masuk Catat
tanngal kirim : 2013-08-21
Hakikat Kekayaan yang Sebenarn
tanngal kirim : 2013-08-21
Muslim Nampak Miskin, Kafir Hi
tanngal kirim : 2013-08-21
Datangnya Sifat Malas
tanngal kirim : 2013-08-21
Anda, Kuburan Aib Saudaramu
tanngal kirim : 2013-08-21
DOWNLOAD Terbaru
Download tausiyah Ust Arifin Ilh
pengirim : bayu
Download tausiyah Ust Arifin Ilh
pengirim : bayu
Download Tausiyah Ust. Arifin Il
pengirim : bayu
Download Tausiyah Ust. Arifin Il
pengirim : bayu
Buku Panduan Ramadhan
pengirim : bayu
Plugin Al Quran untuk Ms Word
pengirim : bayu
PENCARIAN :    
All content and imagery including design and code copyright © HaryoBayu.Web.id since 2006
RSS 2.0 - Haryo Bayu Blog Terbaru